
Sebagai Muslim, sudah sepantasnya menyambut datangnya bulan Ramadhan dengan penuh suka cita karena tamu yang agung itu membawa beragam kebaikan yang tidak terdapat pada bulan-bulan lainnya. Rasulullah SAW. bersabda, "Seandainya setiap hamba mengetahui apa yang ada dalam bulan Ramadhan, umatku akan berharap seandainya setahun itu bulan Ramadhan." (HR. Ibnu Khuzaimah)
Bulan Ramadhan adalah bulan agung, bulan yang penuh dengan kemuliaan, keberkahan, dan hikmah. Bulan Ramadhan dikenal juga sebagai Sayyidusy Syuhur (pemimpin segala bulan), Syahrul Quran (bulan diturankannya Al-Quran), Syahrush Shiyam (bulan Puasa), Syahrun Najah (bulan keselamatan dari siksa neraka), Syahrut Tilawah (bulan untuk membaca dan menekuni Alquran), Syahrush Shabri (bulan kesabaran), Syahrur Rahmah (bulan yang penuh rahmat), Syahrullah (bulannya Allah). Di hari-hari terakhir di bulan Syakban, Rasulullah SAW. biasa mengumpulkan para sahabat serta kaum Muslimin dan Muslimat. Beliau pun berkhotbah di hadapan mereka, menjelaskan keistimewaan bulan Ramadhan.

Kami pun berkata, "Ya Rasulullah ! Tidak semua orang di antara kami mempunyai sesuatu yang dapat diberikan kepada yang berpuasa untuk berbuka." Rasulullah SAW. menjawab, "Allah akan mengaruniakan balasan ini kepada seseorang yang memberi buka walaupun hanya dengan sebiji kurma, atau seteguk air, atau seisap susu. Inilah bulan yang pada sepuluh hari pertamanya Allah menurunkan rahmat, sepuluh hari pertengahannya Allah memberikan ampunan, dan pada sepuluh hari yang terakhir Allah membebaskan hamba-Nva dari api neraka Jahanam. Barangsiapa yang meringankan beban hamba sahayanya pada bulan ini, Allah SWT. akan mengampuninya dan membebaskannya dari api neraka. Perbanyaklah di bulan ini empat perkara. Dua perkara dapat mendatangkan keridhaan Tuhanmu dan dua lagi kamu pasti memerlukannya. Dua perkara yang mendatangkan keridhaan Allah yaitu, hendaklah kalian membaca kalimah toyibah dan istighfar sebanyak-banyaknya. Dua perkara yang kita pasti memerlukannya, yaitu hendaknya kamu memohon kepada-Nya untuk masuk surga dan berlindung kepada-Nya dari api neraka Jahanam. Barangsiapa memberi minum kepada orang yang berpuasa (untuk berbuka), Allah akan memberi minum dari telagaku yang sekali minum saja dia tidak akan merasakan dahaga lagi sehingga dia memasuki surga." (HR. Ibnu Khuzaimah)
Berdasarkan hadits-hadits di atas serta didasari dengan keagungan bulan Ramadhan sebagai bulan ibadah (Syahrul ibadah), umat Islam selayaknya menyambut kedatangan bulan Ramadhan sebagai berikut :
- Menyambutnya penuh dengan kegembiraan dan suka cita karena akan kedatangan bulan yang penuh berkah, bulan penuh limpahan rezeki, bulan yang penuh rahmat, ampunan, dan yang akan membebaskan dari api neraka.
- Mempersiapkan kondisi rohani dan jasmani karena berbagai ibadah yang ada di bulan Ramadhan memerlukan ketahanan fisik dan mental yang kuat.
- Menghayati dan memperdalam kembali petunjuk-petunjuk Al-Quran dan sunah yang berkaitan dengan berbagai amalan di bulan Ramadhan karena amal ibadah akan diterima Allah bila sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW.
- Memperbanyak takarub dan doa agar kita senantiasa diberikan kekuatan dan kemampuan untuk menjalankan ibadah di bulan Ramadhan.
- Menyelesaikan berbagai macam masalah (dosa) yang berkaitan dengan hubungan antara manusia dan saling memaafkan.
- Bertekad dengan kuat akan mengisi waktu demi waktu di bulan Ramadhan dengan berbagai macam amal kebaikan dan mempunyai tekad Ramadhan kali ini adalah Ramadhan yang terbaik dan terindah dalam hidup kita.
Akhirnya, marilah kita renungi firman Allah SWT.,
Rasulullah SAW. bersabda, "Ketika aku menaiki tangga pertama, Jibril muncul di hadapanku dan berkata, "Celakalah orang yang mendapati bulan Ramadhan yang penuh berkah, tetapi tidak memperoleh ampunan." Maka aku berkata, "Amin." (HR. Hakim)
Wallahualam.***
[Ditulis oleh : H. MOCH. HISYAM, Ketua DKM Al Hikmah Sarijadi, anggota Komisi Pendidikan dan Dakwah MUI Kel. Sarijadi. Tulisan disalin dari Harian Umum "PIKIRAN RAKYAT" Edisi Jumat (Wage) 30 Juli 2010 pada kolom "RENUNGAN JUMAT"]
وَالْعَصْرِ
إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ
إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ
"Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasihat-menasihati supaya menaati kebenaran dan nasihat-menasihati supaya menetapi kesabaran." (QS. Al 'Ashr : 1-3)إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ
إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ
Rasulullah SAW. bersabda, "Ketika aku menaiki tangga pertama, Jibril muncul di hadapanku dan berkata, "Celakalah orang yang mendapati bulan Ramadhan yang penuh berkah, tetapi tidak memperoleh ampunan." Maka aku berkata, "Amin." (HR. Hakim)
Wallahualam.***
[Ditulis oleh : H. MOCH. HISYAM, Ketua DKM Al Hikmah Sarijadi, anggota Komisi Pendidikan dan Dakwah MUI Kel. Sarijadi. Tulisan disalin dari Harian Umum "PIKIRAN RAKYAT" Edisi Jumat (Wage) 30 Juli 2010 pada kolom "RENUNGAN JUMAT"]
0 comments:
Post a Comment