Showing posts with label Unek-Unek. Show all posts
Showing posts with label Unek-Unek. Show all posts
Assalamualaikum Wr. Wb.....

"Kejadian pagi hari (Tiada Solusi)"

Pagi menuju siang sobat...!! Mau berbagi cerita sobat....!! Mau denger kan...? Kalau tidak, juga tidak apa-apa... Hehehehe.

Seharusnya pagi ini adalah hari yang menyenangkan, karena setelah semalam istirahat dengan enak. Tetapi yang terjadi justru sebaliknya ketika pagi-pagi saat saya masuk ke blog ini...... waduh ada yang tidak biasa terpampang pada blog ini. Ternyata setelah diteliti bahwa PageRank melorot turun, yang semula 2 (dua) menjadi 1 (satu). Bila dicek dan recheck pakai widget prchecker. Hasilnya lihat aja PageRank-nya berikut ini :

Check PageRank

Tapi kalau di periksa pakai widget rankchecker menunjukkan hasilnya berbeda dengan yang di atas. Coba lihat hasilnya berikut ini :

PR Check

Dari hasil pemeriksaan tersebut di atas dalam tampilan hasil pemeriksaan yang berbeda. Banyak pertanyaan yang timbul dalam pikiran saya.... (MUMET mode on) Bagaimana bisa..? Tapi ini terjadi bukan ?

Agak kaget sih awalnya tapi setelah keliling-keliling internet melalui search engine terkenal Google mengindikasikan bahwa gejala seperti bergejolaknya (naik / turun) PageRank adalah hal yang lumrah. Memang blog ini tidak pernah beranjak dari 2 (dua) PageRank-nya. Kalau benar kondisi sekarang tidak pernah naik PageRank-nya, eh malah turun hahaha...

Banyak cara yang ditawarkan melalui tulisan yang dibuat oleh rekan-rekan blogger untuk meningkatkan PageRank tapi tidak ada satupun membawa hasil yang memuaskan untuk diterapkan pada blog ini.

Pertanyaanpun timbul :
  1. Bagaimana cara meningkatkan PageRank secara alami kalau bisa yang gratisan atau yang sejenis...?
  2. Apakah gejala melorotnya PageRank ini berpengaruh pada performance blog ?
"Ada yang bisa bantu saya....?"

Kalau ada yang bersedia membantu saya bisa langsung aja.


Yang paling penting sekarang adalah bahwa gejala penurunan PageRank ini tidak dapat mengurangi semangat saya untuk tetap meramaikan dan mengisi blog ini. Dengan kata lain tiada kata surut untuk belajar dan menggali ilmu agama ISLAM karena tujuan awal blog ini adalah sebagai tempat belajar dan menggali ilmu.

Maju terus pantang mundur.. tetap Islam... tetap istiqamah... tetap silaturahmi.

Terima Kasih sebelumnya dan selamat ngeblog teman...!!!!

Wassalamualaikum WR. Wb.....
Bismillahirrahmanirrahim......

Kalau tiada orang yang mau mendengar kalam bicara dakwahmu. Teruskanlah menyampaikan, karena seluruh alam memahaminya. Malah seluruh alam akan gembira mendengar dan menyahut kalam-kalam yang mengagungkan Tuhan.

Aku sering terpaku, jika ucapan seseorang yang kuanggap layak diteladani, kadangkala banyak yang tak selaras dengan perbuatannya.
Tidak sepadan dengan tingkah lakunya.
Ia memberi nasehat, tapi ia mengabaikannya.
Ia menganjurkan untuk bersikap bijak dan berperangai baik, tapi ia menghardik.
Ia bilang mencela orang itu tidak dibenarkan, tapi ia begitu lancar mengumpat orang lain yang tidak ia sukai sikap dan perbuatannya.

Aku selalu belajar dari apa yang ku saksikan, apa yang ku baca, dan apa yang ku dengar.
Aku selalu mengambil jarak jika berhadapan dengan orang yang selalu menyalahkan, orang yang selalu merasa benar.
Aku tak ingin menjauhi suara orang yang dibenci. Aku tak ingin menjauhi suara orang yang diabaikan. Tapi aku mendengar semuanya.
Suara mereka adalah cermin dari sebuah perjalanan.

Orang bijak selalu bersikap lemah lembut, tapi punya sikap.
Orang bijak lebih banyak memberi, tanpa pernah mau meminta.
Pantang Meminta dan Pantang Menolak.
Orang bijak selalu disenangi oleh siapapun, tapi punya keyakinan.
Orang bijak mampu merayu, tapi tanpa menyakiti.
Orang bijak mampu mengajak, tanpa pernah sedikitpun memaksa.
Dan sungguh aku hanya bisa akrab dengan orang seperti itu....
Keseharian manusia dalam menjalani kehidupan di dunia ini tidak terlepas dari perannya masing. Peran tersebut sejatinya saling mengisi dan melengkapi sehingga menjadi satu kesatuan yang utuh serta memberikan manfaat untuk semuanya. Tetapi kenyataan dalam kehidupan fana selalu berlaku hal yang berlawanan dengan kondisi ideal tersebut. Dari waktu ke waktu semakin besar saja perbedaannya, hal ini ditandai dengan semakin banyak manusia sebagai individu yang tidak perduli terhadap sekitarnya baik terhadap sesama manusia maupun lingkungan. Hal ini terasa sekali terjadi di sekitarku dimana sehari-hari aku menunaikan tugas untuk menjadi salah satu bagian yang membangun sebuah sistem yang dalam hal ini adalah perusahaan penyedia jasa. Setelah sekian lama aku menjadi bagian didalamnya makin terasa aku menjadi bagian yang terlupakan. Pernyataan-pernyataan yang selalu membentuk imej seolah-olah hasil kerja dari bagianku adalah lambat, tidak terkoordinasi dengan baik, selalu menghambat seluruh pekerjaan yang sedang berjalan. Semua itu adalah kesan yang dapat saya tarik dari kejadian baru-baru ini sehingga memunculkan sebuah kesimpulan bahwa ada usaha yang cukup sistematik dan teratur untuk mengganti diriku. Sementara sekitarku tiada dukungan yang memadai untuk memunculkan perubahan ke permukaan, mereka terlalu posesif melindungi kepentingannya masing-masing. Pertanyaan yang selalu muncul bergayut di pelupuk mata ini adalah :
  1. Apakah yang harus ku perbuat untuk menghadapi ini semua?
  2. Apakah langkah selanjutnya setelah keputusan terpahit yang ku ambil?
  3. Bagaimana nasib orang-orang terkasih setelah itu?
Penting ditanamkan dalam dada bahwa selalu masih ada harapan yang cerah akan menyonsong kita didepan, kemudian masih ada tempat bersandar yaitu Yang Maha Pengasih serta Yang Maha Mendengar, Yang Menguasai Alam Semesta. Mengeluh dan mengeluh selalu mengeluh serat terus mengeluh. Tapi aku tak perduli, semua ini membutuhkan penyaluran dan penyelesaian.
Kata sabar adalah obat yang paling mujarab, walaupun pahit rasanya harus tetap ditelan untuk mengobati luka hati ini. Ya Allah berikanlah hamba Mu ini ketabahan dalam menghadapi kehidupan ini. Ya Allah buatlah hamba Mu ini menjadi tegar dalam menghadapi cobaan hidup. Amin.
Dalam kesendirian, semakin dalam aku merenung akan kejadian yang terjadi hari ini berkaitan dengan perjalanan rutinitas harianku yang paling membosankan dan paling tidak adil kurasa.
Di dalam sebuah mesin yang berputar mengisi hari-hari kerja, diantara kerja dan deru yang terdengar dengan jelas setiap bagian berputar dengan fungsi dan kerja masing-masing. Hiruk pikuk terdengar memekakkan indera pendengaran serta percikan semangat membutakan indera penglihatan. Dalam konsep kehidupan yang terjadi dalam kenyataan yang senyata-nyatanya menganut sistem kerja dari mesin. Yang di dalamnya diisi dengan rutinitas gerak dari tiap bagian yang dengan kompak menopang gerak dari mesin untuk memenuhi tujuannya. Adakah terpikir oleh apabila tiap bagian memiliki kemampuan untuk berpikir dengan kehendaknya sendiri-sendiri atau mempunyai inisiatif sendiri, apa yang akan terjadi pada mesin tersebut akankah tujuannya tercapai atau apa? Setiap bagian dalam mesin tersebut memiliki hati yang memerlukan perawatan yang tulus serta tentunya akan memberikan kontribusi positif bagi kesinambungan kerja mesin tersebut.
Memang saat bekerja bagian-bagian yang ada tidak akan terlihat secara nyata atau secara signifikan memberikan andil, hal tersebut diakibatkan bagian-bagian tersebut akan tertutup dalam gerak kinerja yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya. Ini menyebabkan bagian-bagian yang kecil seperti baut dan sekrup makin tenggelam, sementara bagian-bagian yang besar saja yang akan terlihat jelas.
Menjadi sebuah ironi apabila melihat hasil kerja sebuah mesin hanya dengan memperhatikan hasil kerja bagian tertentu tanpa melihat bahwa itu merupakan hasil kerja secara keseluruhan bagian yang ada secara berkesinambungan.
Dalam alam nyata bahwa yang terjadi justru hal ironi yang terjadi, si sekrup dan si baut kecil justru dipandang tak memberikan andil dalam meraih tujuan serta terkadang dipandang sebelah mata. Baut dan Sekrup adalah bagian yang tidak penting dapat diganti sewaktu-waktu. Kalau sudah aus ganti saja dengan yang baru sesuai dengan ukurannya. Perlakuan pun secara pasti akan dilakukan secara seenaknya, tanpa melihat berapa lama Si baut dan si sekrup tersebut terpasang serta berapa kali si baut dan si sekrup tersebut dipakai untuk sampai ketujuan, tanpa mengukur hasil yang sudah diperoleh. Seiring dengan berjalannya waktu serta dengan tidak kondusif kehidupan yang ada, perlakuan semakin semena-mena pada si baut dan si sekrup, kini mereka semakin tenggelam saja dalam kepongahan bagian-bagian besar lainnya. Akulah yang paling berjasa, paling dominan, paling berkuasa demikian pandangan bagian-bagian besar mencibir kepada si baut dan si sekrup. Keringat mu tidak berharga, pengorbanan mu tiada guna, waktu mu adalah sia-sia saja, tidak ada yang pantas diberikan sebagai imbalan dari kinerja mu, hai baut dan sekrup. Txxxl kamu, 8390 kamu !!!!!!!! Itu hardikan yang terlontar selalu riuh berdengung mengiringi secuil kesalahan.
Sedih memang nasib baut dan sekrup kecil yang terlupakan. Tak ada jasa, pahala dan pengorbanan yang terekam dengan baik selain tumpukan kesalahan yang harus diberikan hukuman. Tuhan berikanlah kesabaran serta ketabahan kepada diriku ini, demikian doa si baut dan si sekrup tanpa dapat berbuat apa-apa seraya mengurut dada tanda prihatin. Adilkah perlakuan seperti itu?
Konsekuensi hidup sebagai kuli atau pekerja yang harus dilakoni dalam sandiwara dunia ini, menuntut keseharian ku untuk beranjak dari rumah menuju ke sawah alias kantor setiap mulai Senin hingga ke Sabtu.

Kalo sekarang ini banyak kejadian-kejadian yang menunjukkan bahwa makin hari makin sedikit orang-orang yang mau perduli dengan sesamanya, makin hari banyak orang yang semakin tidak rasional dalam memandang suatu masalah, makin banyak orang yang gemar melihat orang lain hidup dalam kesulitan.

Begitulah tantangan hidup yang semakin komplek mewarnai hidup keseharian kita. Yang terpenting dari semuanya kita harus dapat berpikir jernih dan rasional dalam menyikapi masalah kita disamping itu pula kita harus teguh berpegang pada aturan Yang Maha Kuasa agar hidup ini tidak menajdi kacau. Tetap fokus apa yang menjadi tujuan hidup dalam kehidupan ini. Perduli terhadap sesama dan lingkungan sekitar kita.

Apa sih yang sebenarnya terjadi dalam kehidupan saat ini. Semakin aku cari dunia semakin haus tak bertepi yang kurasa. Hanya dengan kuasa Yang Maha Esa yang dapat memberikan makna dari hidup saat ini dan setelahnya.

Ya Allah jauhkanlah aku dari siksa api neraka serta segala bentuk fitnah dunia.